Home arrow IPTEK

logo

Login

Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini22
mod_vvisit_counterMinggu ini1415
mod_vvisit_counterBulan ini897
mod_vvisit_counterTahun ini51952
Tampilan terbaik pada resolusi 1024x768, browser: Firefox, Chrome
IPTEK
NAPAK TILAS atau REKAYASA BALIK
Read more...
 

By Hadiwaratama, on 27-08-2009 09:01

NAPAK TILAS atau REKAYASA BALIK
Oleh: Hadiwaratama
www.ganeshana.org


Napak Tilas.
Napak tilas yang berarti menelusuri kembali jejak seseorang yang biasanya dianggap penting atau ditokohkan dalam perjalanannya dari suatu tempat ketempat tertentu. Banyak maksud untuk melakukan itu, misalnya seperti apa jalan beserta suasana perjalanan tersebut, baik secara batiniah maupun alamiah, spiritualitas maupun emosionalitas, bahkan sampai kerationalitasnya mengapa ditempuh jalur itu untuk mencapai yang dituju. Oleh karena itu orang bisa saja melakukan napak tilas perjuangan Pangeran Diponegoro, gerilya Jenderal Sudirman, long march Siliwangi, pembuangan Bung Karno, Bung Hatta dan lain lain. Orang pun napak tilas perjalanan Nabi ! Sejak dulu sampai sekarang orang biasa melakukan napak tilas ini dalam berbagai maksudnya, bahkan sampai kapanpun. Dari napak tilas itu orang bisa belajar banyak dari berbagai aspeknya. Oleh karenanya napak tilas itu penting, terutama terhadap hal-hal yang belum terdokumentasikan tilas-tilasnya, seperti gua Pawon di Citatah misalnya. Kalau tilas tilas itu lenyap atau dilenyapkan seperti Gedung Proklamasi contohnya, bagaimana melakukan napak tilasnya ? Kita sering menganggap cukup kalau kita itu hanya berjalan nguncluk kedepan, tanpa tengak tengok, tanpa lihat lihat sampai bisa terantuk antuk diratanya jalan, terbentur bentur dihampanya ruang dan tersamar samar dibenderangnya siang. Sepertinya napak tilas itu tabu padahal semua bangsa melakukannya ! Bagaimana napak tilas dalam bidang Teknologi ?

Last update: 31-03-2010 09:41

User comments (1)
Manufaktur adalah Laku yang Berilmu
Read more...
 

By Hadiwaratama, on 21-11-2008 10:34


Manufaktur adalah Laku yang Berilmu (*)

Dipersiapkan untuk

Seminar Combustion Engine Manufacturing Technology

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

20 – 21 Nopember 2008

Oleh : Hadiwaratama

 

Pengantar

Manufaktur adalah proses keindustrian untuk membuat suatu barang dari suatu bahan baku melalui proses teknologi. Arti manufaktur sendiri asalnya adalah membuat barang dengan tangan (manual). Jadi manufaktur itu bukanlah sekedar “ilmu“, tapi sekaligus menyangkut “laku“ (practice). Dalam manufaktur berlaku “ilmu tanpa laku: kosong“ (science without practice: no fruit) tetapi “laku tanpa ilmu: kerdil” (practice without science: no root). Laku dalam manufaktur cepat kadaluwarsa dan cepat berubah karena berkembangnya ilmu pengetahuan, yang berarti juga berkembangnya teknologi. Sekalipun pada prinsipnya tetap meliputi proses-proses material “-forming, -shaping and -cutting”, namun produk-produk manufaktur akan selalu berubah sifat/spesifikasi yang harus dipenuhinya, sesuai dengan perkembangan kebutuhan pemakaian. Pemakaian untuk apapun adalah manusia yang menginginkannya, dan manusia selalu makin meningkat tuntutannya.

Manufaktur tidak dapat hanya dengan berandai-andai. Hanya praktek kuncinya, yang sekaligus didasari kaidah-kaidah ilmu pengetahuan. Praktek berarti teknologi, dan itulah yang harus kita cari, kuasai dan kembangkan. Kegiatan itu harus kita lakukan terus menerus tanpa jemu, sehingga terjadi akumulasi ketrampilan – pengalaman – dan pengetahuan untuk menghadapi perubahan tuntutan.

(*) Ki Hadjar Dewantara: "Ngelmu tanpa laku kothong, laku tanpa ngelmu cupet".


Last update: 31-03-2010 09:41

User comments (4)
IPTEK1
 

By budi supriyadi, on 27-08-2008 16:18


under

Last update: 31-03-2010 09:41

Be first to comment this article