Tampilan terbaik pada resolusi 1024x768, browser:
Firefox, Chrome
Vokal-vokal Jejeg Aksara Jawa
By Hadiwaratama,
on 04-03-2009 07:27
Vokal‐vokal Jejeg Aksara Jawa
oleh: Hadiwaratama
www.ganeshana.org
Pengantar
Dari inventarisasi Aksara Carakan Jawa, ternyata bahasa Jawa itu mengenal vokalvokal jejeg. Namun karena aksara‐aksara Jawa mengacu pada aksara Sanskerta, maka seolah‐olah Jawa tidak mengenal vokal‐vokal jejeg. Oleh karena itu vokalvokal jejeg itu sampai sekarang tidak ada tanda‐tanda bacanya. Demikian juga dalam menulisan aksara Latin tidak pernah dibedakan vokal jejeg dan miring, sehingga sering menimbulkan ambigu. Tiap vokal miring selalu mempunyai vokal jejegnya, seperti: (tanda baca Latin berikut masih belum standar, sekedar membedakan vokal jejeg dan miring). Lengkapnya klik disini .
Tahunnya saya tidak ingat, apalagi tanggal dan bulannya, tapi yang pasti antara 1954 dan 1955. Suatu pagi pas jam istirahat, teman‐teman ngajak lihat perletakan batu pertama. Tepatnya di sawah terbuka, di pinggir Jalan Taman Menteri Supeno Semarang, di depan sekolah SMA – B, bekas HBS – Jaman Belanda, di mana kami ekolah. Itu adalah perletakan batu pertama gedung kantor Gubernuran Jawa‐Tengah. Kalau standard sekarang itu namanya bangunan sementara, semi permanen. Kami rame‐rame ke situ bukan mau lihat sawah yang tiap hari kami lewati di pojokan Jalan Oei Tiong Ham dan Taman Menteri Supeno, tetapi ingin lihat seperti apa sosok seorang Insinyur itu ! Kalau dokter kan umum tahu, pakai jas putih kalung stethoscope, tapi insinyur ?! Bung Karno menggambarkan pada kami seorang Presiden, bukan insinyur. Pidatonya yang berapi‐api selalu mengundang orang berkerumun di depan radio yang menyiarkannya. Bukan gambaran sosok insinyur, tetapi orator! Lengkapnya klik disini .